Facebook

Postingan Populer

Recent Posts

Senin, 27 Maret 2017

Berkenalan Dengan Elang Brontok





Elang Brontok (Spizaethus cirrhatus) merupakan raptor besar anggota suku acciptridae. Elang Brontok mempunyai beberapa fase sehingga dinamakan Changable Hawk-Eagle. Beberapa subspesies Elang Brontok ditemukan di utara dan tenggara asia pada area hutan. Elang brontok merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang karena terancam punah. Elang Brontok mempunyai kekerabatan dekat dengan Elang Jawa (Spizaetus Bartelsi).

Klasifikasi Elang Brontok

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Genus: Spizaetus
Spesies: Spizaetus cirrhatus

Morfologi

Memiliki bentuk tubuh berukuran besar (70cm). Bertubuh ramping. Sayap sangat lebar. Ekor panjang berbentuk bulat. Jambul sangat pendek. Iris kuning sampai coklat. Paruh kehitaman. Kaki kuning kehijauan. Memiliki fase terang, fase gelap dan fase peralihan.

  •  Fase terang: bagian atas coklat abu abu gelap. Bagian bawah putih bercoret-coret coklat kehitaman memanjang. Setrip mata dan kumis kehitaman
  •  Fase gelap: seluruh tubuh coklat gelap. Garis hitam pada ujung ekor lain yang coklat dan lebih terang.
  • Bentuk peralihan: terlihat pada pola warna coretan dan garis(lebih mirip bentuk terang). Garis-garis hitam pada ekor dan sayap tidak teratur, serta garis-garis hitam pada ekor dan sayap tidak teratur, serta garis-garis coklat kemerahan melintang pada perut bagian bawah, paha dan ekor bagian bawah
  • Juvenile: bagian atas coklat keabu abuan. Kepala dan tubuh bagian bawah keputih putihan.


Habitat

Elang brontok dapat dijumpai di hutan dengan ketinggian 0-1.500 m diatas permukaan laut, tetapi lebih sering dijumpai pada  habitat dengan ketinggan 2.200 m. Selama setahun sepasang elang brontok akan menempati satu kawasan yang sama walaupun mereka tidak berburu bersama. Pada saat memasuki usia remaja, elang brontok akan pergi dari daerah orang tuanya.

Penyebaran

Elang Brontok dapat dijumpai di utara dan tenggara asia, India, Sri Lanka, Pulau Andama, Filipina, Kalimantan, Sumatra, Jawa dan Sunda Besar.

Perilaku

Elang Brontok berburu di hutan terbuka dan mangsa yang diburu burung, ayam, mamalia kecil, ular, dan kadal. Elang Brontok  memilih daerah yang rendah seperti pagar atau di ranting pohon. Elang Brontok termasuk hewan homoiotermis, sehingga mampu mempertahankan suhu tubuh tetap stabil tanpa terpengatruh suhu lingkungan. Elang Brontok pada resting bertujuan untuk memulihkan energi setelah melakukan aktivitas, dan sebagai bentuk pengaturan laju metabolisme tubuh. Pada saat suhu lingkungan meningkat, perilaku diam bertujuan untuk mengurangi penguapan cairan tubuh akibat terik matahari, dan saat suhu lingkungan menurun, berdiam diri dilakukan untuk menghambat pengeluaran panas ke lingkungan.
Elang Brontok tidak memiliki gigi untuk memecah makanan secara fisik, sehingga mangsa dicabik terlebih dahulu menjadi bagian yang lebih kecil sebelum ditelan. Burung pemangsa pada umumnya mempunyai usus relatif pendek dan sederhana, sehingga proses pencernaan berlangsung cepat( ± 4 jam). Aktivitas membersihkan anggota tubuh seperti sayap, dada, dan perut dilakukan dengan menggunakan paruh. Menggaruk kepala dengan menggunakan kuku. Sedangkan membersihkan paruh dilakukan dengan menggesekan paruh pada kayu. Membersihkan paruh biasanya dilakukan setelah makan, untuk menghilangkan sisa makanan yang menempel pada paruh. Aktivitas soaring dilakukan dengan merentangkan sayap, menghadap atau membelakangi matahari. Burung memiliki kelenjar uropygial di bagian pangkal ekor untuk memproduksi minyak, yang dikeluarkan dengan cara menekankan paruh ke pangkal ekor. Minyak ini kemudian dibubuhkan pada bulu saat membersihkan tubuh sehingga bulu burung terlihat bersih, segar dan tahan terhadap air.

Reproduksi

Reproduksi Elang Brontok tidak menggunakan tarian langit seperti raptor lainnya, tetapi menggunakan teriakan dan panggilan. Musim berbiak pada November-Mei di utara india dan Januari dan Februari di kakigunung himalaya. Sarangnya terbuat dari ranting dan tumpukan daun, dan biasa diletakkan di percabangan pohon. Satu telur putih berbintik kemerahan di inkubasi selama 35-44 hari. Fledging selama 65-70 hari.








Resource :

Hadi Pasito, Wahyu Prihatini dan Moerfiah. 2014. Perilaku Harian Elang Brontok (Nisaetus          cirrhatus) Di Pusat Penyelamatan Satwa Cikanaga, Sukabumi. Universitas Pakuan.

Sbc. 2009. Semarang.Bird.Web. Http://Bio.Undip.Ac.Id/Sbw/Spesies/Sp_Elang_Brontok.htm.     Diakses Pada Tanggal 27 Maret 2017

The Eagle Directory. 2011. Crested Hawk Eagle Nisaetus cirrhatus.             Http://www.Eagledirectory.Org/Species/Crested Hawk Eagle.htm. Diakses Pada Tanggal             27 Maret 2017.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar