Facebook

Postingan Populer

Recent Posts

Asian Waterbird Census 2019

Asian Waterbird Census merupakan kegiatan tahunan yang diadakan setiap minggu ke-2 dan 3 dibulan Januari setiap tahunnya. AWC sendiri merupakan kegiatan pemantauan burung air yang dikoordinasikan oleh Wetlands Internasional, menjadi suatu upaya konservasi bagi burung air.

Itik Benjut // Anas gibberifons // Sundal Teal. Foto © Ahmad Habib Nur Fikri

Itik benjut (Anas gibberifrons) burung yang berjenong ini dapat ditemukan di kawasan Taman Margasatwa Muara Angke. Meski tidak banyak namun burung ini mudah dikenali dengan jenong yang ada di bagian atas kepalanya. Jenis ini memang itik yang umum di Jawa dan Bali.

Lombok Birding and Photo Competition 2019

BBC "Ardea" kali ini mengikuti kegiatan yang diadakan oleh BSC KECIAL UNRAM yaitu "Lombok Birding and Photo Competition 2019" di Lombok. acara diadakan 3 hari di Lombok dan diwakilkan oleh anggota kami yaitu Kak Bilal, Kak Nisa dan Habib.

Jambore Nasional Wildlife Photograhpy Bali 2018

Salam Ardea, Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) kembali mengadakan kegiatan fotografi hidupan liar melalui event Jambore Nasional Wildlife Photography (JNWP) pada tanggal 11-13 Mei 2018 di areal Cekik kawasan TNBB dengan tema dari kegiatan JWNP 2018 adalah “Explore to Preserve the wildlife by Photography”.

Monitoring Migrasi di Marunda, Jakarta Utara

Kemarin (6 oktober 2018) sudah terlaksana pengamatan burung migrasi yang pertama di Pantai Marunda, Jakarta Utara. Salah satu jenis burung migran yang sudah terlihat dari family Alcedinidae yaitu Cekakak Australia (Todiramphus sanctus). Selanjutnya akan dilakukan pengamatan burung migrasi kembali dibeberapa tempat yang menjadi spot pengamatan migrasi burung. Semoga kami beruntung bertemu dengan para raptor. See you….

Jumat, 24 April 2015

Cucak Kutilang si Pesiul yang Ramai

Pycnonotus aurigaster
I: Sooty-headed Bulbul
Gambar 1: Cucak kutilang sedang mengeringkan bulu (Mutia Rahmawati, 2015
         Pycnonotus aurigaster atau Cucak kutilang merupakan jenis burung dari keluarga Pycnonotidae dengan genus Pycnonotus. Burung ini dapat ditemukan habitat seperti di pepohonan terbuka, semak, tepi hutan, vegetasi sekunder, taman, pedesaan, dan perkotaan dengan ketinggian 1.500 mdpl. Cucak kutilang memiliki ukuran tubuh sedang (20cm).

Klasifikasi burung cucak kutilang adalah:
Kingdom           : Animalia
Phylum              : Chordata
Class                  : Aves
Ordo                  : Passeriformes
Familia              : Pycnonotidae
Genus                : Pycnonotus
Species              : Pycnonotus aurigaster

Ciri-ciri yang menarik dari burung cucak kutilang adalah adanya topi hitam di atas kepalanya, memiliki tunggir keputih-putihan, tungging kuning jingga, dagu dan kepala atas hitam, kerah tunggir dada dan perut putih, sayap hitam, ekor coklat, iris merah, paruh dan kaki berwarna hitam. Selain itu cucak kutilang juga memiliki suara yang indah. Kicauannya nyaring seperti “cuk-cuk” dan “cang-kur” yang diulangi cepat.
Cucak kutilang hidup berkelompok yang aktif dan selalu bernyanyi. Cucak kutilang biasanya memangsa beberapa serangga contohnya semut dan belalang. Selain memakan serangga, cucak kutilang memakan buah kecil seperti cermai. Cucak kutilang mempunyai sarang yang berbentuk cawan rapi yang terbuat dari ranting, daun dan serat halus. Biasanya cucak kutilang berbiak setiap bulan kecuali bulan November, telur cucak kutilang berwarna kemerah-jambuan halus padat warna ungu dan abu-abu. Cucak kutilang satu kali berbiak menghasilkan 2-3 butir.

Gambar 2: Cucak kutilang sedang bertengger (Panji B. Surata, 2014)
Status konservasi Cucak kutilang dalam daftar merah IUCN adalah kurang mengkhawatirkan (LC) karena masih banyak ditemukan ditempat-tempat terbuka.  Cucak kutilang banyak ditemukan di Cina Selatan, Asia Tenggara (kecuali Semenanjung Malaysia), Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Selatan dan dijumpai hampir di semua lokasi seperti kebun, tegalan, daerah dekat perkotaan, pemukiman, kawasan lahan basah, tepi laut, dan hutan sekunder.


Oleh: Dyah Pramudhawardani

Cipoh Kacat

 Aegithina tiphia (Linnaeus, 1758)
 I:Common Iora

     Cipoh kacat (Aegithina tiphia) adalah spesies burung dari kelurga Aegithinidae dengan genus Aegithina yang memiliki habitat di hutan terbuka, hutan sekunder, hutan mangrove, dan taman. Burung ini tersebar sampai ketinggian 1.000 mdpl. Cipoh kacat memiliki tubuh berukuran kecil (14cm). Ciri-ciri cipoh kacat adalah berwarna hijau dan kuning dengan dua garis putih mencolok pada sayap, tubuh bagian atas hijau zaitun, sayap kehitaman, sisi bulu sayap putih, lingkar mata kuning, tubuh bagian bawah kuning. Ras burung pada masing-masing pulau bervariasi warna hijaunya. Iris putih keabu-abuan, paruh hitam kebiruan, dan kaki hitam kebiruan.

Cipoh kacat - Aegithina tiphia (Jihan Fahira, 2013)

Klasifikasi burung cipoh kacat adalah:

Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Ordo: Passeriformes
Familia: Aegithinidae
Genus: Aegithina
Species: Aegithina tiphia

Cipoh kacat hidup sendiri atau berpasangan. Berlompatan di cabang-cabang pohon kecil. Makanan cipoh kacat adalah ulat, kupu-kupu, semut, kumbang, laba-laba, telur, serangga dan biji-bijian. Cipoh kacat mempunyai sarang berbentuk cawan rapi dari tumbuhan halus di antara dahan pohon berdaun yang biasanya hanya berjarak beberapa meter dari tanah. Beberapa suara panggilan termasuk getaran monoton dan berirama atau siulan seperti “ciiii-pow” atau “ciiipow, ciiipow” dengan akhiran “pow” yang meledak. Cipoh kacat berbiak pada bulan Maret hingga Juni. Sekali berbiak cipoh kacat dapat menghasilkan 2 butir telur dengan beraneka warna yaitu putih, merah jambu, abu-abu dengan motif berbintik atau berbercak merah. Cipoh kacat masuk dalam daftar merah IUCN: Resiko rendah (LC). Cipoh kacat banyak ditemukan di India, Cina Barat Daya, Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia, Palawan, Sunda Besar, Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali.

Oleh: Dyah Pramudhawardani
Foto: Jihan Fahira